VIVAnews - Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) memperkirakan sebanyak 15 ribu menara Base Transceiver Station (BTS) akan dibangun pada tahun ini. Nilai investasi untuk pembangunan itu ditaksir mencapai Rp43,2 triliun atau naik 60 persen dibanding 2011.
Berdasarkan data ATSI yang dihimpun dari 10 perusahaan telekomunikasi utama Indonesia, pelaku industri telekomunikasi telah menggelontorkan belanja modal (capital expenditure/capex) pada 2011 sebesar Rp30 triliun. Dari total belanja modal tersebut, sekitar 90 persen atau Rp27 triliun dihabiskan untuk peningkatan jaringan dan layanan data.
Dari segi infrastruktur, ATSI juga mencatat terjadi peningkatan jumlah BTS di 2011 menjadi 97 ribu BTS. Sekitar 22 ribu di antaranya merupakan BTS node B (3G).
Ketua ATSI, Sarwoto Atmosutarno, mengatakan, tahun ini pertumbuhan infrastruktur bisnis layanan data dan broadband akan meningkat. Melihat hal itu, seluruh perusahaan telekomunikasi akan gencar berinvestasi di usaha broadband dengan membangun sekitar 15.000 BTS.
"Pemain industri telekomunikasi akan meningkatkan investasi di infrastruktur sekitar 50-60 persen tahun ini dibanding nilai investasi pada 2011,” kata Sarwoto dalam konferensi pers Refleksi 2011 dan Proyeksi 2012 di Ballroom Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Jumat, 13 Januari 2012.
Sarwoto menuturkan, selama kurun 2012, operator seluler diprediksi lebih banyak memprioritaskan pembangunan infrastruktur layanan data. Perusahaan telekomunikasi tidak dapat lagi mengandalkan pendapatannya dari layanan suara dan pesan singkat (SMS) mengingat penetrasi layanan tersebut sudah mengalami perlambatan.
"Tahun 2012, perusahaan telekomunikasi akan masuki layanan data," ungkapnya.
ATSI mencatat, penetrasi suara dan SMS, saat ini sudah tergolong tinggi yaitu mencapai 110 persen. Hingga akhir 2011, jumlah pelanggan seluler di Indonesia mencapai lebih dari 240 juta pelanggan. Dari jumlah itu, kontribusi terbesar masih diberikan oleh pelanggan prabayar yang mencapai 95 persen.
Selain itu, angka pemakaian percakapan suara telah mencapai 180 miliar menit percakapan. Jumlah SMS mencapai 260 miliar unit SMS dengan jumlah transaksi data mencapai 27 ribu tetrabyte.
"Pendapatan rata-rata tiap pelanggan (ARPU) juga kecil yakni sekitar Rp20 ribu per bulan. Melihat kenyataan bahwa jumlah pelanggan telah melebihi jumlah penduduk di Indonesia, maka mobile broadband akan menjadi bisnis utama bagi industri telekomunikasi," kata dia. (art)
• VIVAnews
Jumat, 13 Januari 2012
Beda Silaturahim dan Silaturahmi
Silaturahim Bukan Silaturahmi
Yang benar adalah Silaturahim bukan silaturahmi sebagaimana disebutkan didalam nash-nash hadits tentangnya, diantaranya :
عَنْ أَبِى أَيُّوبَ الأَنْصَارِىِّ - رضى الله عنه أَنَّ رَجُلاً قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِى بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِى الْجَنَّةَ . فَقَالَ الْقَوْمُ مَالَهُ مَالَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - « أَرَبٌ مَالَهُ » . فَقَالَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - « تَعْبُدُ اللَّهَ لاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا ، وَتُقِيمُ الصَّلاَةَ ، وَتُؤْتِى الزَّكَاةَ ، وَتَصِلُ الرَّحِمَ ، ذَرْهَا » . قَالَ كَأَنَّهُ كَانَ عَلَى رَاحِلَتِهِ .
Dari Abu Ayyub Al Anshari radliallahu 'anhu bahwa seorang laki-laki berkata; "Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku suatu amalan yang dapat memasukkanku ke surga." Orang-orang pun berkata; "Ada apa dengan orang ini, ada apa dengan orang ini." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Biarkanlah urusan orang ini." Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melanjutkan sabdanya: "Kamu beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya, menegakkan shalat, dan membayar zakat serta menjalin tali silaturrahim." Abu Ayyub berkata; "Ketika itu beliau berada di atas kendaraannya." (HR. Bukhari)
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « تَعَلَّمُوا مِنْ أَنْسَابِكُمْ مَا تَصِلُونَ بِهِ أَرْحَامَكُمْ فَإِنَّ صِلَةَ الرَّحِمِ مَحَبَّةٌ فِى الأَهْلِ مَثْرَاةٌ فِى الْمَالِ مَنْسَأَةٌ فِى الأَثَرِ ». قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ. وَمَعْنَى قَوْلِهِ « مَنْسَأَةٌ فِى الأَثَرِ ». يَعْنِى زِيَادَةً فِى الْعُمُرِ.
Imam Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Belajarlah dari nasab kalian yang dapat membantu untuk silaturrahim karena silaturrahim itu dapat membawa kecintaan dalam keluarga dan memperbanyak harta, serta dapat memperpanjang umur." Abu Isa berkata: Ini merupakan hadits gharib melalui jalur ini
Berkaitan dengan hal ini, para ulama hadits memberikan judul pada salah satu babnya didalam kitab-kitab haditsnya dengan silaturahim, seperti : Imam Bukhori didalam Shahihnya memberikan judul “Bab Silaturahim”, Muslim didalam Shahihnya dengan judul “Bab Silaturhim wa Tahrimi Qothiatiha”, Abu Daud didalam Sunannya dengan “Bab Silaturahim” dan Tirmidzi didalam Sunannya dengan “Bab Maa Ja’a Fii Silaturahim”
Sedangkan makna Rahim dengan memfathahkan huruf Ro dan mengkasrahkan Ha, sebagaimana dikatakan al Hafizh Ibnu Hajar didalam kitabnya “Fathul Bari” digunakan untuk kaum kerabat dan mereka adalah orang-orang yang diantara sesama mereka memiliki hubungan nasab, baik mewariskannya atau tidak, baik memiliki hubungan mahram atau tidak. Namun ada juga yang mengatakan : mereka adalah para mahram saja. Namun pendapat pertama lah yang tepat karena pendapat kedua mengharuskan dikeluarkannya (tidak termasuk didalamnya) anak-anak lelaki dari paman baik dari jalur bapak atau ibu dari kalangan dzawil arham, padahal bukanlah demikian. (Fathul Bari juz XVII hal 107)
Makna Izzah
Izzah mengandung makna kekuatan, kemenangan, kebanggaan dan harga diri, sebagaimana disebutkan didalam kitab “al Mu’jam al Wasith”.
Orang-orang munafik mengira bahwa pemilik makna itu semua adalah mereka akan tetapi hal demikian dibantah didalam firman-Nya bahwa pemilik makna itu semua adalah Allah, Rasul-Nya serta orang-orang beriman.
وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَا يَعْلَمُونَ
Artinya : “Padahal izzah itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.” (QS. Al Munafiqun : 8)
Sementara apa yang kita saksikan hari ini, tampak izzah dengan makna kekuatan, kemenangan, kebanggaan dan harga diri tidaklah tampak didalam tubuh umat ini.
Berbagai kemunduran yang terjadi didalam tubuh umat ini di semua sendi kehidupannya, perlakuan semena-mena umat-umat lain terhadap umat ini bahkan tidak jarang umat ini mendapatkan penghinaan dan ejekan musuh-musuhnya bisa menjadi indicator bahwa umat ini telah kehilangan jati dirinya sebagai umat terbaik. Hal itu dikarenakan umat ini telah meninggalkan Al Qur’an dan Sunnah dalam kehidupan individu, rumah tangga, bermasyarakat maupun bernegara.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Telah aku tinggalkan untuk kalian, dua perkara yang kalian tidak akan sesat selama kalian berpegang teguh dengan keduanya; Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya." (HR. Malik)
Kejayaan dan kebesaran yang pernah dicapai para pendahulu umat ini bukanlah dikarenakan mereka mendompleng pada ajaran-ajaran yang berasal dari luar islam dan tidak juga mencampuradukkan antara islam dengan faham-faham lain di luar islam. Akan tetapi mereka membangunnya dengan berpegang teguh kepada Al Quran dan Sunnah Nabi-Nya sehingga mereka menjadi umat yang disegani dan ditakuti umat-umat lainnya.
Imam Muslim dari Umar (bin Khattab) berkata, "Benar, Nabi kalian shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: 'Sesungguhnya Allah akan memuliakan suatu kaum dengan kitab ini (Al Qur`an) dan menghinakan yang lain.'"
Wallahu A’lam
Langganan:
Komentar (Atom)



